6 Pemicu Cara Membuat Konten Viral Yang Menjual

6 pemicu konten viral

Mendapatkan banyak pengunjung dan penjualan merupakan tujuan utama dalam sebuah pemasaran digital seperti saat ini, terlebih bila tidak ingin menggunakan anggaran yang besar untuk pemasaran.

Salah satu cara pemasaran digital yang sangat ampuh mendatangkan lebih banyak pengunjung dan penjualan adalah dengan menggunakan strategi viral content marketing.

Viral sendiri secara istilah adalah dimana sebuah konten atau ide menyebar dengan luas dari orang yang satu ke orang yang lain. Baik melalui mulut ke mulut ataupun dari share ke share yang lain.

Keuntungannya dengan menggunakan konten viral kita bisa mendatangkan trafik yang sangat masif dengan biaya promosi yang sangat murah bahkan gratis.

Mungkin dari sebagian dari kita belum mengerti apakah kontent viral hanya sebuah kebetulan belaka atau ada polanya.

Nah ternyata Kabar baiknya konten viral ini bisa kita ciptakan, dengan memahami hal-hal yang bisa memicu terjadinya konten vira dan sebentar lagi akan Kamu ketahui setelah membaca artikel ini hingga akhir.

Konten Viral Bisa Kita Ciptakan

Kita harus pahami dahulu bahwa konten adalah segala sesuatu yang memuat ilmu, informasi atau pun hiburan, baik itu berupa konten artikel, konten Video, mapun konten gambar.

Mengambil referensi dari penelitian Jonah Berger, seorang profesor yang telah menganalisa 10 ribu konten selama bertahun tahun yang tertuang dalam sebuah buku berjudul “Contagious : Why Things Catch On”.

pemicu konten viral

Beliau menjelaskan dalam buku tersebut ada 6 hal yang memicu konten bisa menjadi viral. Beliau menyebutnya dengan 6 Key S . T . E . P . P . S:

  • Social Currency
  • Triggers
  • Emotion
  • Public
  • Practical Value
  • Stories

Dengan memahami dan menggunakan 6 hal ini pada setiap konten yang kita buat, kita akan bisa membuat konten yang berpotensi viral.

Lalu apa itu Social Currency, Triggers, Emotion, Public serta Stories, lalu bagaimana penerapannya ?

Untuk memudahkan pemahaman tersebut, kita mengambil lagi refrensi dari kuliah WA, Dewa Eka Prayoga telah mengubah susunan dan translate ke dalam Bahasa Indonesia, agar lebih mudah dalam penjelasannya, yaitu:

  1. Kebanggaan Diri
  2. Mudah Diingat
  3. Topiknya Populer
  4. Emosional
  5. Gampang Dipraktikkan
  6. Cerita

Yuk kita simak satu persatu,

1. Kebanggaan Diri

Orang akan cenderung membagikan konten yang bisa membuat mereka bangga saat mebagikannya. Kebanggaan ini muncul dalam diri mereka ketika membaca sebuah konten yang “ini gue banget” gitu.

Maka kita buat konten yang mampu membuat mereka bangga untuk membagikannya.

Bagaimana caranya ?

Membuat konten yang bisa memicu kebanggaan diri ini ada tiga langkah yang bisa dilakukan

Langkah pertama, membahas hal-hal yang positif

Kata Kang Dewa cara termudah membuat konten viral adalah dengan menulis atau membuat video sesuatu yang positif dan bermanfaat bagi banyak orang.

Kita bisa memulainya dengan menuliskan :

  • Kata-kata motivasi
  • Kalimat kalimat renungan
  • Kutipan-kutipan hadist
  • Ayat-ayat Al-Qur’an

…dan sebagainya.

Rata-rata teman Kamu akan suka dengan hal-hal positif yang Kamu terbitkan. Kecuali teman mu emang sudah sentimentil terhadap Kamu sebelumnya,

Yang kedua, buat sesuatu yang baru

Buat konten yang belum pernah dibuat sebelumnya. Sesuatu yang baru, yang unik, yang apabila mereka melihat atau membaca mereka akan berkata dalam diri mereka “Gila ! Ini keren !” Misalnya :

  • Cerita Bergambar
  • Album foto unik
  • Sketsa Tulisan
  • Work Flow konsep

… dan sebagainya.

Langkah ketiga, Angkat topik bahasan tentang organisasi atau kelompok tertentu.

Kebanyakan orang bangga dengan sebuah organisasi yang mereka ikuti, mereka ingin membagikan hal-hal yang membuat mereka bangga telah menjadi bagian dari organisasi tersebut.

Maka angkatlah sebuah topik yang menjadi value dan tujuan bersama dari sebuah organisasi tersebut. Buatlah konten yang mampu menjelaskan bahwa “inilah organisasiku, kerenkan”, dan mereka akan dengan suka rela membagikan konten yang Kamu buat.

Namun ada sebuah konsekuensi yang harus diterima saat membuat konten berkaitan dengan organisasi, akan ada orang yang tidak menyukainya, karena merasa tak sepaham dengannya.

Silakan pertimbangkan, !

2. Mudah Diingat

Konten yang mudah diingat biasanya memiliki angka share yang cukup tinggi. Karena manusia suka berbagi hal-hal yang mudah dalam penjelasannya dan mudah diingat, maka buatlah konten yang mudah diingat pembaca.

Istilah-istilah yang mudah diingat akan banyak yang menggunakannya, seperti istilah Rumus Pitagoras untuk menjelaskan sebuah rumus untuk menghitung panjang dari sisi miring sebuah segitiga.

Dalam hal ini Kang Dewa menjelaskan konten yang mudah diingat akan selalu populer di khalayak ramai dan bernafas panjang.

Gimana, Cara membuatnya ?

Pertama, buat istilah baru

Seperti yang Saya singgung di atas, sebagai contoh Rumus Pitagoras. Penggunaan istilah memudahkan mereka dalam menjelaskan ke orang lain.

Ketika menyebutkan Rumus pitagoras, orang akan langsung teringat akan hal yang berkaitan dengan segitiga. Ini juga berlaku pada sebuah istilah yang mungkin susah diingat, lalu kita mengubahnya dengan istilah yang lebih simple, sehingga menjadi mudah diingat gitu

Apabila kita menemukan konsep atau ide tertentu, lalu menamakannya dengan istilah baru , maka orang lain akan semakin mudah mengingat konten Kamu sebagai solusi permaslahan mereka.

“Ayo bangun kolam ikan”

Apa terlintas dalam benakmu ketika mendengar atau membaca “kolam uang” ?

Kolam Uang adalah istilah baru yang Kang Dewa Eka Prayoga ciptakan untuk menjelaskan sebuah kumpulan data prospek maupun buyer.

Contoh yang lain Kang Dewa menggunakan istilah

“Jaring Laba-laba” untuk menamakan alur kerja untuk mengalirkan trafik ( workflow traffic)

“Sharing-sharing Dahulu, Selling-Selling Kemudian” untuk menggambarkan konsep : Giving value dulu, baru jualan.

Sudah mulai kebayang ?

Dan itu terbukti Viral !

Banyak paham setelah mendengar istilah-istilah di atas.

Yang kedua, Gunakan gambar Yang Mendukung

Gambar akan mempermudah manusia dalam mencerna isi konten. Tidak hanya itu gambar juga akan membuat mereka ingat akan konten yang Kamu buat.

Maka dari itu, sertakan minimal satu gambar disetiap postingan yang Kamu buat.

Bahkan tanpa artikel, gambar yang nancep banget di benak pembaca akan banyak yang membagikannya.

Yang ketiga, Susunan Tulisan Yang Rapi

Mempraktikkan apa yang diajarkan oleh Kang Dewa Eka Prayoga, sadar atau tidak Kamu telah membaca artikel ini begitu nyaman, hingga tidak sadar Kamu telah membaca hingga sejauh ini.

Menuliskan sebuah artikel yang panjang haruslah memperhatikan format penulisan. Coba bayangkan apabila format penulisan pada artikel ini menggunakan format tanpa ada titik koma, tana ada sepasi, tanpa ada paragraf dan alenia baru serta tanpa memperhatikan huruf besar dan kecil setiap penulisannya. Dijamin pegel matanya.!

Boro boro mau nge-share, bacanya aja males. . hehe

Tips dari kang Dewa, dalam membuat format tulisan jangan terlalu banyak kata dalam satu kalimat, jangan juga terlalu banyak kalimat dalam satu paragraf. Sering-sering aja pencet “enter” di keyboard HP atau PC Kamu.

Semakin ke bawah akan semakin sedikit kata yang Kita baca.

Kalau dalam paragraf dalam tulisan Anda mengandung banyak kata dan kalimat, pembaca tidak akan mengerti apa isinya. Yang seperti ini tidak enak dibaca.

Semakin mudah dicerna, semakin mudah pula untuk diingat. Berlaku sebaliknya, semakin susah dicerna, semakin susah pula untuk diingat. Think !

3. Topiknya Populer

Orang-orang akan lebih familiar dengan topik yang banyak dibicarakan orang lain. Orang-orang akan sering membagikan konten yang topiknya lagi populer. Oleh karenanya, buatlah konten-konten yang :

Pertama, Konten Yang Lagi Hot

Apapun yang lagi jadi trending topik saat itu, maka buatlah kontennya, baik konten tulisan, gambar, ataupun video.

Masih ingat fenomena “etaterangkanlah”

Nah itu merupakan salah satu contohnya.

KOnten yang gokil abis, khususnya konten video, banyak dibagikan oleh banyak orang di lini masa facebook, walaupun hanya untuk becandaan.

Poinnya, cari topik yang lagi hot, lalu buat versi Kamu sendiri.

Kedua, Bikin Berita Baru

Pernah lihat orang foto tagihan pembayaran listrik di facebook ?

Bagi yang tahu, tarif listrik baru-baru ini lagi naik. Bagi mereka yang tidak tahu, seakan kaget bin bikin kezl, mereka foto tagihan listrik lalu di-upload ke facebook .

Beberapa gambar bahkan viral, dibagikan oleh ratusan bahkan ribuan orang. Kenapa ? Karena itu berita baru yang mengagetkan.

Ketiga, kabar Heboh / Kontroversi

Masih ingat fenomenal “bumi datar”?

Fenomena bumi datar sempat membuat heboh di berbagai media sosial dan blog. Perdebatan antara yang mendukung dan yang kontra terjadi.

Banyak yang membagikan konten-konten yang menguatkan argumentasi masing-masing. Dan terjadilah viral konten.

nah ettaa…

4. EMOSIONAL

Orang-orang membagikan konten karena konten yang menyentuh hati mereka dan hanyut dalam emosi. Maka terjadilah konten yang viral.

Menurut penelitian Okdork yang dilakukan oleh Noah Kagan, emosi yang dominan mempengarunhi orang untuk membagikan adalah karena:

  • Rasa kagum
  • Lucu
  • Kerhibur
  • Bahagia
  • Marah

Sebelum membuat konten pastikan konten yang dibuat menyentuh salah satu sisi emosi pemirsa atau pembaca. Pikirkan satu emosi yang ingin Kamu hadirkan dalam konten yang akan kamu buat.

Gimana caranya ?

Pertama, Buat Konten yang Panjang

Dari sebuah analisa, tulisan yang memiliki jumlah kata lebih dari 3000 kata, lebih viral hasilnya ketimbang yang cuma dikit.

Semakin banyak isinya, semakin banyak share-nya.

Inilah kenapa sebaiknya membuat konten yang berbobot dan panjang.

Semakin lama orang membaca tulisan Kamu, semakin terikat mereka dengan kontennya.

Kedua, Tulis Kisah Sukses Pribadi atau Orang Lain

Konten berupa kisah sukses biasanya menggabungkan lebih dari satu emosi, yaitu kagum dan bahagia.

Perasaan pembaca akan timbul kalau konten yang dibacanya menyiratkan perasaan penulisnya.

Mungkin Kamu pernah baca tulisan tentang dulu Dewa Eka Prayoga yang berjuang saat sakitnya dan difonis dokter bahwa kemungkinan hidupnya hanya 20%. Kamu pun mungkin pernah baca tulisan Kang Dewa tentang bagaimana Ia bisa bangkit dari bangkrut.

Karena beliau mengangkat kisah pribadi, terbukti viral..

Ketiga, Konten Analisa Suatu Topik

Seperti subuah ulasan di sebuah status facebook Kang Dewa, tentang sebuah analisa “Kenapa Oleh-oleh Kekinian Begitu Laris di Instagram?”

Itu viral banget. Orang yang awalnya tidak terfikir di benaknya, setelah baca tulisan tersebut seakan mereka mendapatkan mindsett baru, interes baru.

5. Gampang Dipraktekkan

Orang akan cenderung membagikan apa yang mereka bisa lakukan. Sebuah kebanggaan saat mereka baru mengetahui sebuah teknik atau pun tutorial, dan mereka bisa langsung mempraktikan dan berhasil.

Contoh seperti tutorial hijab yang simple, namun hasilnya terlihat cantik pada si pemakainya. Kemudian tutorial yang mudah diikuti dan hasil yang sama bisa langsung dirasakan. Ada kepuasan sendiri ketika kita berhasil mempraktikannya.

Maka jangan heran, bila tulisan yang hanya teori-teori doang gak akan pernah bisa dapat angka share yang tinggi. Alasanya susah dipraktikkannya.

Karenanya, Kang Dewa menyarankan untuk lakukan :

Pertama, Buat Tulisan yang Masuk Akal, Jangan Ngawang-ngawang

Misalkan Kamu membuat konten dengan judul, “Rahasia Mendapat Omset 100 Milyar per Bulan”

Jumlah ini terlalu besar , apalagi dalam satu konten tidak mungkin memuat langkah-langkahnya.

Lebih disarankan untuk membuat konten bisa langsung terlihat hasilnya setelah mempraktikanya. Misal, “100 Ribu Perhari Hanya Dari Nulis Artikel” Ini masih masuk akal, agak enteng di capai dan gampang dipraktikan.

Gak perlu gede-gede ngejanjiin hasil, simple-simple aja, tapi impact full beneran.

Itu akan lebih memotivasi embaca untuk segera mempratikannya.

Kedua, Gunakan Tata Bahasa Yang Dimengerti Manusia

Kebiasaan orang-orang yang ingin terlihat keren, mereka menggunakan istilah-isltilahasing keinggris-inggrisan agar dirinya terlihat keren.

Padahal konten yang bagus adalah konten yang mudah dimengerti oleh manusia, termasuk pembaca tulisan kita.

Bukan apa-apa sebagian teman Kamu kemungkin tidak bisa bahasa inggris. Dari pada mereka bingung lebih baik sederhanakan bahasanya,

Seperti quote kang Dewa “Orang Pintar Membuat  Segala Sesuatunya Jadi Rumit. Orang Cerdas Membuat Segala Ssuatunya Jadi Mudah”

Ketiga, Rincikan Step Stepnya

Menerangkan langkah demi langkah yang jelas akan membuat pembaca bisa dengan mudah mengikutinya. Semakin jelas Kamu menerangkan setiap langkah, semakin baik. jangan lewatkan sedikitpun detailnya. Detailkan..

Semakin Kamu menjelaskan dengan detail, semakin orang gampang paham, gampang raktek. Ujung-ujungnya ngimpact (berdampak) lalu viral.

6. Cerita

Orang lebih suka baca cerita, tapi gak semua orang suka bercerita, apalagi baca iklan.

Dari pengamatan, cerita lebih bisa memainkan emosi pembaca. Dari cerita semua aspek pemicu konten viral bisa termuat dalam sebuah cerita, mulai dari kebanggan, hingga emosi bisa tersentuh melalui cerita.

Cerita juga sangat ampuh untuk membangun sebuah kedekatan antara pembaca dan penulis. Dan Kamu akan sangat mudah dikenal di kalangan teman-temanmu yang lain.

Dan kabar terbaiknya orang lebih suka baca cerita, terlebih Indonesia mempunyai tingkat KEPO yang cukup tinggi.

Daripada hanya membuat konten berupa informasi, mending yang mengandung cerita agar membuat pembaca peduli.

Bagaimana caranya ?

Menurut Kang Dewa, cara termudah membuat cerita adalah dengan menulis dari sudut pandang orang pertama. Seolah-olah Kamu sedang memberikan presentasi di depan umum atau bicara kepada mereka.

Ia mencontohkan:

Dengan memberi “Saya” dan “Anda” dalam sebuah cerita yang ditulis, Konten yang Kamu buat akan jadi lebih personal dan pembaca akan jadi lebih peduli.

Bagaimana bila belum mempunyai cerita sendiri ?

Manfaatkan cerita dari orang lain yang sudah berpengalaman, bila memang belum memunyai cerita yang ingin di bagikan.

Bisa dengan mengutip kisah mereka, lalu ditulis ulang dengan gaya bahasa dan sudut pandang mu sendiri.

Mungkin sesekali kita juga harus belajar mengenai maketing konten viral ini lebih dalam lagi, agar kedepannya kita bisa menekan biaya promosi untuk mendatangkan traffic, sehingga omset penjualan meningkat lebih signifikan.

Semoga Kebayang ya ?

Itulah 6 Hal Pemicu Konten viral yang bisa saya tuliskan disini.

6 Hal ini berisikan prinsip-prinsip penting yang akan memicu proses terjadinya viral dan membuat orang lain membicarakan konten yang Kamu buat kepada teman-teman mereka.

Leave a Reply